Seharian penuh gw pake tuh kalung. Besoknya masuk kerja gw masih tetep pake, ga tau kenapa waktu pake kalung itu gw jd ngerasa "feel pretty" lebih seperti cewek aja, mungkin karena modelnya kali ya.
Sore harinya, tau-tau gw ngerasa sekeliling leher gw seperti terbakar, panas dan gatal. Pas lihat di kaca sekeliling leher gw uda merah banget. Baru gw inget klo gw itu alergi sama logam. Duh... kok bisa lupa sih gw, langsung deh gw copot tuh kalung.
Yeah... mau keliatan cantik dikit aja kok susah ya....
G C
D
Agar kaupun tenang dengannya
G C
Kupertaruhkan semua ragaku
D G
Demi dirimu bintang
Reff 1 :
G C D G
Biarkan ku menggapaimu, memelukmu, memanjakanmu
G C D G
Tidurlah kau dipelukku, dipelukku, dipelukku
Intro : G Am C D
G C
Biar kupendam sgala hasratku
D
Tuk miliki dirimu
G C
Karna semua tlah tersiratkan
D
Dirimu
Back To : Reff 1
Intro : Em Am C D
Reff 2 :
GC D G
Biarkan ku menggapaimu, memelukmu, memanjakanmu
G C D G
Tidurlah kau dipelukku, dipelukku, dipelukku
G C D G
Hingga kau mimpikan aku, mimpikan kita, mimpikan kita
G C D G
Jangan pernah kau terjaga, dari tidurmu, dipelukanku
G C D G
Oooo….Oooooo…..Oooooo….Dipelukanku
G C D G
Oooo….Oooooo…..Oooooo….Dipelukanku
Note:
Kamu bilang klo aku lg ga ada kerjaan trus dengerin lagu ini, aku bakalan inget sama kamu :)
Smalem aku puter lagu ini bolak-balik. Cepet sembuh ya say... sedih rasanya denger suara kamu yg lemah gt.
I've asked myself this question a lot.
Will there be a future for you and me...?
Or are we just not meant to be...?
Did I date you because I didn't know how to say no…?
I guess in the end, the answer will show.
I don't know if being with you is wrong or right.
But I'm trying to accept you with all my might.
You treat me so well, yet I have so many doubts.
Wish someone could tell me what it's all about.
I still don't know what I should do.
Or if I'm really in love with you...
Author : Unknown
Kalau komunikasi mandek, hubungan jadi terganggu. Klo gangguan ini cepat dibereskan dan bisa selesai dgn baik ya ga masalah. Tapi klo tdk krikil2 tajam yg semula kecil *namanya jg krikil ya sudah pasti kecil toh* bs membesar bisulan dan bernanah. Belum lg bila krikil ini disiram bumbu rasa curiga, tidak percaya dan sakit hati, hasilnya adalah sampah yg baunya busuk. Ujung2nya hubungan yg awalnya harmonis dan romantis jadi berubah drastis.
Sebetulnya penyelesaiannya guampang banget, ya apa lagi klo bukan komunikasi. Lha... dimana-mana yg namanya komunikasi itu harus berjalan 2 arah, ndak bs klo cm komunikasi dgn diri sendiri, nanti dikira "ngomyang" msh untung ndak dituduh gendeng.
Syaratnya kedua belah pihak harus merendahkan hati untuk mau duduk bersama, ga perlulah mencari siapa yg salah, percuma karena sdh pasti nggak ada yg mau ngaku salah lha wong gengsi msh dijunjung tinggi je... saling terbuka aja keluarkan smua unek2 tapi kepala hrs tetap dingin. Klo kurang dingin ya diram aja pake air es pasti cespleng, begitu kena air rasanya pasti cessss tapi langsung pleng.

Aku tidak pernah menyangka akan kehilanganmu begitu cepat, saat aku mulai membuka diriku dan mempercayakan sisi lain hidupku kepadamu, kamu justru menjauh dariku dan menutup semua celah untukku.
Kalau aku memang telah berbuat salah, sekali lagi aku meminta maaf meskipun aku tidak akan pernah mengerti dimana letak kesalahanku, karena engkau yang terlanjur kecewa enggan menunjukkannya kepadaku, meninggalkanku yang bodoh ini dalam kegelapan yang penuh tanda tanya.
Sahabatku sayang, bila memang ini cara yang kau pilih untuk mengakhiri persahabatan kita, bila 4 tahun persahabatan kita tak lagi berarti dan bila tak tersisa lagi sedikit maafmu untukku, aku tidak akan pernah memaksa. Aku letih dan lelah dengan semua ini, mungkin kaupun merasakan yang sama, mungkin juga tidak. Aku tak lagi peduli.
Untuk terakhir kalinya, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas semua kebaikanmu selama ini, atas semua kenangan manis yang telah kau ukir dalam hari-hariku dan atas semua nasehat-nasehatmu yang mungkin tak akan pernah aku dengar lagi.
Mulai saat ini dan seterusnya kita tak lagi seiring dan sejalan, aku ingin terus melangkah maju dan menatap kedepan tanpa harus menoleh kebelakang. Aku tak bermaksud meninggalkanmu, tapi engkaulah yang memaksaku hingga aku terpaksa melakukannya bila tak ingin membuatmu terus terluka. Suatu saat nanti bila engkau tersenyum kembali akupun akan merasa bahagia meskipun aku hanya bisa melihatnya dari sisi jalan yang berbeda.
Sahabatku terkasih, semoga Tuhan memberikanmu sahabat pengganti yang jauh lebih baik dariku. Seorang sahabat yang tidak akan pernah membuatmu kecewa dan berduka dan semoga engkau mendapatkan semua yang kau inginkan.
Selamat tinggal sahabatku...

